Pemkab Belitung Pastikan Ketersediaan BBM Jelang Idul Fitri 1447 H

Tanjungpandan, Diskominfo Belitung – Pemerintah Kabupaten Belitung melakukan kunjungan langsung ke Fuel Terminal Tanjungpandan. Kunjungan ini dilakukan guna mendapatkan data resmi terkait maraknya isu negatif mengenai ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) yang beredar luas di media sosial, Selasa (10/3/2026).

‎Bupati Belitung, Djoni Alamsyah menyebut kunjungan ini menjadi bentuk respon pemerintah dalam memastikan kebutuhan masyarakat atas BBM tetap terpenuhi. Hal ini penting untuk memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa tidak ada gangguan pasokan BBM di wilayah Belitung.

‎”Terkait isu yang beredar di media sosial yang membahas stok BBM akan mengkhawatirkan dalam jangka waktu 20 hari lagi, kami butuh gambaran dan kondisi yang sebenarnya dari pihak Pertamina agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu yang beredar,” ucap Bupati Djoni .

‎Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari PT Pertamina Patra Niaga Belitung, Agung menyebut bahwa maksud dari isu yang beredar di media sosial itu bahwasannya standar operasional penyimpanan di seluruh Indonesia hanya cukup untuk 20 hari dan itu akan disuplai secara terus menerus.

‎”ini mengapa jadi panic buying, karena masyarakat menganggapnya 20 hari sudah habis. Padahal secara nyatanya 20 hari ini tetap disuplai dan pengiriman rutin setiap 4 atau 5 hari kapal masuk lagi, baik itu kapal yang impor ataupun produksi dalam negeri,” ucap Agung.

‎Berdasarkan pemaparan yang disampaikan untuk terminal yang di Tanjungpandan memiliki kapasitas tanki pertalite sebesar 1.173 kilo liter, Pertamax 244 kilo liter, Biosolar ataupun B40 kapasitas 1.662 kilo liter dan Pertamina Dex kapasitas 205 kilo liter.

‎Sementara itu, di Konsumsi BBM harian di Pulau Belitung untuk Pertalite berkisar 239 kilo liter, untuk Pertamax berkisar 15 kilo liter. Sedangkan untuk Biosolar sebanyak 114 KL, Dextlite sebanyak 7 kilo liter dan Pertamina Dex 2 kilo kiter.

Selain BBM, Bupati juga mengkonfirmasi kebutuhan LPG harian di Kabupaten Belitung. Data dari pihak pertamina menyebhtkan bahwa konsumsi harian LPG 3 Kg sebanyak 9.333 tabung atau 28 metri ton.

Agung juga menyebutkan bahwa pihaknya akan terus memantau kebutuhan dan ketersediaan BBM. Dirinya tidak menutup kemungkinan adanya penambahan stok untuk menjawab peningkatan konsumsi.

‎”Selama masa Satgas kurang lebih sama, cuma nanti tetap akan kami build up stok selama menjelang Idul Fitri ini,” pungkas Agung.

‎Selain itu, Fuel Terminal Tanjungpandan juga memiliki 15 unit mobil tanki dengan kapasitas angkut 137 KL serta dua kapal yang memiliki kapasitas 470 metric ton dan 490 metric ton dengan sekali suplai ketahanan LPG bisa sampai 14 hari setiap kali masuk kapal.

‎Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Belitung mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Ketersediaan BBM dan LPG cukup, dan penyalurannya dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan masyarakat.

‎Pemerintah Kabupaten Belitung juga memberikan intruksi kepada pihak pertamina agar memperketat pengawasan di lapangan guna mencegah adanya pengepul yang memanfaatkan situasi sehingga memicu kenaikan harga maupun kelangkaan. (Narasi : AL / Editor : Arlan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *