- Official Website - https://kominfo.belitung.id -

1000 Lembar Sirih Siap Pecahkan Rekor MURI di Festival Napak Sire 2026

Tanjungpandan, Diskominfo Belitung – Tradisi nyire (nyirih) akan menjadi daya tarik utama dalam Festival Budaya Napak Sire 2026. Festival ini dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 24 Mei 2026 di Pantai Tanjung Pendam, Tanjungpandan.

Melalui konsep “Menjalin Silaturahmi dengan 1000 Lembar Daun Sirih”, festival budaya yang masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 tersebut akan menampilkan aksi nyire secara kolosal oleh 1000 orang. Aksi ini juga direncanakan memecahkan rekor MURI.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemantapan Persiapan Festival Budaya Napak Sire 2026 yang digelar di Ruang Rapat Bupati Belitung, Selasa (12/5/2026), bersama Pemerintah Kabupaten Belitung, panitia pelaksana, dan sejumlah OPD terkait.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Sastra, mengatakan Festival Budaya Napak Sire terpilih menjadi salah satu dari 125 event nasional dalam Karisma Event Nusantara yang disusun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

“Festival Budaya Napak Sire menjadi representasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di KEN 2026. Ini menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya Melayu Belitung melalui seni, tradisi, kuliner, dan atraksi budaya,” ujarnya.

Pimpinan Produksi Festival Napak Sire , Reni Destiani, menjelaskan tradisi nyire dipilih sebagai daya tarik utama festival, karena menjadi bagian dari budaya Melayu yang masih melekat di masyarakat Belitung.

“Nyire massal ini akan menjadi hooks utama festival tahun ini. Selain sebagai simbol silaturahmi dan budaya Melayu, kami juga berupaya menjadikannya atraksi budaya yang memiliki daya tarik nasional,” jelasnya.

Selain nyire massal, Festival Budaya Napak Sire 2026 juga akan menghadirkan Tari Massal Sekapur Sirih yang melibatkan 100 penari muda se Bangka Belitung, kompetisi tari musik, fashion show, workshop budaya, permainan tradisional, bazar UMKM, hingga pertunjukan seni budaya dari berbagai daerah.

Bupati Belitung, Djoni Alamsyah, menekankan pentingnya menjadikan Festival Budaya Napak Sire sebagai event budaya yang mampu memperkuat branding Belitung di tingkat nasional.

“Yang kita cari bukan hanya ramai saat acara berlangsung, tetapi bagaimana event ini bisa menjadi alasan orang datang ke Belitung dan terus menjadi pembicaraan banyak orang,” kata Djoni.

Menurutnya, Festival Budaya Napak Sire memiliki potensi besar menjadi event budaya unggulan apabila didukung promosi yang kuat dan konsisten.

“Event ini sudah level nasional. Tinggal bagaimana kita menjaga kualitas dan membangun kepercayaan publik terhadap event ini. Promosi harus digaungkan lebih luas, termasuk melalui media sosial,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pelaku UMKM lokal dilibatkan secara maksimal dengan menghadirkan produk khas Belitung sebagai bagian dari pengalaman wisata budaya bagi para pengunjung.

Melalui Festival Budaya Napak Sire 2026, Pemkab Belitung berharap budaya Melayu Belitung semakin dikenal luas sekaligus memperkuat citra Belitung sebagai destinasi wisata budaya di Indonesia. (Narasi : HD / Editor : Arlan)