Tanjungpandan, Diskominfo Belitung – Pemerintah Kabupaten Belitung melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Rabu (13/5/2026) di Ruang Rapat Pemkab Belitung. Program ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Belitung dalam rangka menekan angka stunting dengan melakukan pendampingan bagi anak-anak beresiko stunting.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Belitung, Fari menyampaikan bahwa Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) merupakan wujud nyata dari komitmen bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan gotong royong dan kepedulian sosial.
”Kami meyakini bahwa melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat, tujuan untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat dapat terwujud. Oleh karena itu, dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak sangat diperlukan agar program ini dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” ucap Fari.
Pada tahun 2026 program Genting di telah menyasar sejumlah target, diantarnya keluarga dengan ibu hamil menyusui dan keluarga dengan anak Balita.
Adapun jumlah keluarga dengan ibu hamil dan menyusui yang mendapat manfaat program ini bejumlah 23 keluarga. Sedangkan keluarga dengan anak Balita yang menerima manfaat berjumlah 112 orang.
Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat menilai implementasi program penanganan stunting saat ini belum optimal. Bupati Djoni menyebut pentingnya menyusun pola penanganan yang lebih terstruktur, mengingat stunting merupakan masalah yang mudah di identifikasi dan telah di dukung oleh ketersediaan peralatan yang lengkap.
”beberapa poin krusial dalam penanganan stunting di Kabupaten Belitung, Pertama, kita harus memastikan validitas dan akurasi data keluarga berisiko stunting. Kedua, saya menekankan pentingnya strategi jemput bola, kita tidak boleh hanya menunggu, melainkan harus turun langsung ke tengah masyarakat guna mengidentifikasi kendala di lapangan secara nyata,” ucap Bupati Djoni.
Bupati Djoni juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektoral dan konsistensi dalam menangani stunting di Belitung.
”Saya berharap program yang ada ini jangan hanya sekedar acara seremonial orang tua asuh saja, harapannya bagaimana agar seluruh OPD punya tanggung jawab terhadap stunting, harus berikan edukasi terbaik dalam mengawal masalah stunting ini,” tutur Bupati Djoni.
Dengan melibatkan berbagai pihak, baik dari unsur pemerintah, swasta, akademisi, komunitas, maupun individu, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga berisiko stunting, khususnya dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). (Narasi : AL / Editor : Arlan)